Meninggalkan atau Ditinggalkan?

By Unknown - Januari 29, 2018




Apapun yang kita pilih, pada akhirnya kita akan merasakan kedua-duanya. Karena hidup terus berputar. Keadaan tidak selalu sama tidak juga ramah. Jika kita pernah berada pada kedua posisi itu, maka saya yakin, kita adalah manusia tangguh yang tahu bagaimana sakitnya ditinggalkan dan bagaimana perihnya meninggalkan. Sebab itulah kebanyakan dari kita akhirnya memilih untuk tetap tinggal.

Ketika harus meninggalkan kita akan dihadapkan pada dilema antara takut menyakiti dan dihantui penyesalan. Namun kuatkan tekad, ketika kita merasa keputusan kita sudah benar dan ada di jalanNya maka memohonlah untuk segala kebaikan dan kemudahan. Meninggalkan apa-apa yang kurang baik dan tidak sesuai dengan hati nurani memang terkadang berat, terlebih kita sudah terbiasa dengan keadaan itu.

Meninggalkan, berarti kita harus siap dengan segala konsekuensi, antara dibenci dan dirindui. Belum lagi segala pertanyaan yang datang, dari seseorang yang kita tinggalkan atau orang-orang terdekat. Ada yang benar-benar perhatian atau sekedar hanya ingin tau. Biarkan saja, terkadang jawaban terbaik dari setiap pertanyaan adalah diam dan tersenyum. Selagi kita yakin ini yang terbaik, lakukan saja.

Pada fase ketika kita ditinggalkan, terkadang waktu seakan berhenti berjalan. Butuh beberapa waktu untuk membuat kita kembali normal, itu wajar karna terkadang kita lupa mempersiapkan diri untuk kemungkinan ini. Terkadang kita berfikir semua berjalan baik-baik saja sampai akhirnya kita ditinggalkan. Ternyata kita salah. Ketika kita merasa sudah memberi yang terbaik, pada kenyataannya baik adalah relatif. Baikmu dan baikku berbeda. Ditambah lagi kebutuhan manusia bukan hanya berubah tapi juga bertambah. Ternyata  menjadi yang terbaik saja itu tidak cukup. Mungkin kita harus menjadi special.

Perihal mengobati luka, biarkan waktu yang bicara dia akan sembuh ketika saatnya tiba, tidak usah dipaksakan. Nikmati saja, tidak ada luka yang sia-sia dia akan menguatkan kita pada akhirnya.

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar