Menemani Penghujung Waktu

By Unknown - Februari 05, 2018


Sepanjang pencarianku di penghujung tahun ini jalan-jalan yang basah lebih sering menemani. Lalu aku menyadari bahwa rinai hujan mengantarkanmu di tengah-tengah pelarianku mencari jati diri. Hujan menunjukkan warna aslimu, juga aku. Kita tetap saling menemani meski tidak bisa melengkapi. Entahlah apa yang lebih menakutkan selain menyadari bahwa pada akhirnya kita butuh pelengkap untuk menggenapi jiwa-jiwa yang ganjil.

Ah, Teman … ternyata kita salah. Hal yang menakutkan hanyalah ada di kepala kita saja. Jauh di lubuk hati, kita hanya takut kepada Sang Maha Pemilik Waktu. Kau tau? Waktu terus bergulir. Pergi menjauh dan tidak akan pernah kembali. Hanya satu hal yang pasti kembali, Doa. Sejauh apapun dia bergulir, selama apapun dia pergi, suatu saat pasti kembali.

Akhirnya kita sepakati, biarlah doa yang menggenapi setiap jiwa-jiwa yang ganjil. Hingga tanpa kita sadari penghujung tahun telah pergi, takkan kembali. Lalu kita berdoa lagi dan lagi. Semoga berjumpa pada penghujung-penghujung tahun yang lain lagi. Kau dan aku saling menemani. Lagi.

credit : pixabay



  • Share:

You Might Also Like

0 komentar