Sibling Rivalry

By Unknown - Februari 05, 2018



Dulu saya pikir jika punya anak dua sama-sama perempuan mungkin akan lebih akur, main boneka berdua, masak-masakan berdua. Adem ayem gitu, baju kembaran, sepatu samaan. Itu sih ekspektasi seorang ibu soliha (Aamiin) tapi pada kenyataannya, jeng jeng! Ternyata meskipun sama-sama perempuan tetap saja pertengkaran selalu ada. Ditambah lagi ternyata si adek adalah anak yang sangat aktif, membuat kakaknya kewalahan, sangking kewalahannya pipi seringkali basah.
Main bareng – bertengkar – menangis - main bareng lagi. Begitulah berulang-ulang.
Tapi Moms, menurut para ahli perseteruan antara adik dan kakak yang sering bikin orang tua sakit kepala ini ternyata tanpa kita sadari merupakan proses tumbuh kembang anak. Apa saja yang “dilatih” dengan adanya perseteruan ini?

1.Kepercayaan diri
Ketika anak bertengkar mereka belajar berargumen, mengutarakan berbagai alasan dan memperkuat alasannya itu. Dalam hal ini, anak berusaha meyakinkan dan menunjukkan bahwa ia punya alasan yang tepat.

2. Kemampuan berkomunikasi
Anak belajar menyampaikan pikirannya melalui kata-kata, memilih kata yang tepat untuk apa yang ia rasakan atau pikirkan agar orang lain mengerti.

3.Pengaturan emosi
Ketika bertengkar, anak pun belajar bagaimana proses dalam tubuhnya bekerja, terutama dalam mengatur emosi yang muncul. Dengan melakukan ’time out’ , anak belajar menenangkan diri dan merenung. Akhirnya, ia lebih mudah berpikir jernih untuk mencari pemecahan masalah.

4. Kompromi
Anak belajar bahwa dalam perseteruan itu ada sebuah kompromi. Pertengkaran yang diawali dengan emosi yang memuncak dapat diakhiri dengan baik saat masing-masing pihak belajar untuk tidak egois. Saat inilah orang tua berperan menjadi fasilitator ‚ilmu baru yaitu, dalam setiap konflik akan ada jalan keluarnya.

Sayangnya Moms, tidak ada ilmu pasti yang mengajarkan kita sebagai orang tua bagaimana caranya mengatasi perseteruan kakak beradik ini. Ilmu yang kita dapat berjalan beriringan dengan setiap pertikaian yang terjadi. Tanpa kita sadari ternyata kita pun jadi belajar menjadi fasilitator yang baik, bukan menjadi juri, bukan juga hakim. Beberapa hal yang dapat kita pelajari dari pertikaian mereka antara lain:
1.Menghargai keunikan setiap anak.
2.Memberikan perhatian dan kasing sayang yang proporsional pada setiap anak
3.Memahami dan menerima perasaan setiap anak, sekalipun itu perasaan marah dan kesal
4.Jangan pernah membandingkan satu dengan yang lain, karena inilah yang memicu Sibling Rivalry berkepanjangan.

Persaingan atau perseteruan adik dan kakak ini memang tidak berlangsung lama. Tapi tetap harus kita sikapi dengan bijaksana. Kesabaran dan kebijaksanaan orangtua dalam menghadapi konflik bisa menjadi contoh bagi anak untuk bersikap di kemudian hari.
Selamat menjadi orang tua yang bijak Moms #talktomyself
*dari berbagai sumber
*credit : pixabay

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar