Women Heart Journey (the last part)

By HeNee - Februari 21, 2018
Assalamualaikum teman-teman yang bahagiaaa…
Masih oleh-oleh ESQ Women Heart Journey Batam Batch-2. Bukan belum bisa move on yak, justru saya berharap semua materi yang didapat tetap hangat di kepala dan hati. Agar benar-benar bisa memperbaiki diri, mengelola emosi dan menata hati kembali. Setuju aja atau setuju banget?

Jadi teringat, ketika mba Nia Fiani membacakan kata-kata bijak dari Imam Al-Ghazali,

"CARILAH HATIMU DI 3 TEMPAT''
carilah hatimu sewaktu membaca Al-Qur'an,
jika tidak kau temui,
carilah hatimu ketika mengerjakan sholat,
jika tak kau temui juga,
carilah hatimu ketika kau duduk bertafakur mengingat mati,
jika tak kau temui juga,
maka berdo'alah pada Allah,
mintalah hati yang baru. 
karena hakikatnya pada saat itu kau tidak lagi mempunyai hati.
[Imam Al-Ghazali] 

Astaghfirullah … mata langsung berkaca-kaca. Oh Allah betapa hina diri ini, mungkin selama ini semua kewajiban hanya dilakukan sebatas penggugur kewajiban saja tapi hati entah kemana.
Selama ini merasa sudah punya cukup ilmu lalu berbangga diri, hari itu saya tertampar dan tersadar ternyata diri ini masih belum apa-apa, masih kosong melompong. Semakin saya banyak belajar semakin terasa saya tidak punya apa-apa, kosong!

Ketika materi “Delete – Clean Up – Instal” dibimbing oleh duo trainer cantik nan bahagia  Uni Venny Rikarianty dan Mba Nia Fiani, saya langsung tahu apa yang pertama kali harus saya delete yaitu semua penyakit hati, sombong, iri, dengki dan teman-temannya harus segera saya delete. Hapus semua itu di dalam diri saya yaa Allah yaa Rahman yaa Rahim, semoga engkau ridho, semoga hamba benar-benar bisa memantaskan diri dengan sebutan Soliha. Aamiin.

Baru beberapa jam mengikuti training WHJ cukup menguras tenaga, jiwa dan raga #ahaayy akhirnya coffee break pun tiba. Setelah mengambil beberapa kue mata saya tertuju pada tumpukan buku di front desk. Lalu saya mendekat dan mulai membolak balik buku cantik itu, buku itu berjudul, “Bisik Pada Hati” karya Coach Nooraizan Zie yang merupakan founder program Women Heart Journey ini.
Akhirnya, dengan segala cara dan upaya buku itu berhasil saya bawa pulang eh maksudnya dibeli loh ya. Karna buku ini tidak banyak jadi lumayan rebutan bahkan sampai ada yang inden hehehe ternyata saya berjodoh dengan buku “Bisik Pada Hati” ini. 

Buku ini berisikan nasihat-nasihat dan petuah-petuah bijak yang menyejukkan hati yang mungkin tidak asing di telinga. Tapi karena Coach Zie menuliskannya dengan sepenuh hati maka sampai juga kepada hati pembacanya, terutama saya. Saya langsung jleb! Selain isinya memang menyentuh juga karena teringat dengan project buku solo saya yang konsepnya hampir sama dan sudah satu tahun belum rampung-rampung. #sedihadekbang 

Ada hal yang unik juga dan membuat buku ini special di hati peserta training hari itu. Kami diminta membuka halaman secara random dan saya praktekkan di rumah. Ternyata saya membuka halaman 66 yang isinya kurang lebih, 

“Yakinlah, setelah air matamu jatuh bak hujan yang tiada henti, tiba-tiba kau pasti terlihat di hujungnya ada satu cahaya, yang terang bak pelangi yang sedang tersenyum indah, menantimu dengan sejuta harapan … menangislah semahumu. Tangisan inilah yang akan kau kenang, menjadi lingkaran sejarah kejayaan dalam hidupmu, suatu hari nanti.”  

Itulah penggalan bisikan Coach Zie kepada saya, bahasanya agak sedikit melayu karna beliau memang orang Malaysia.

Qadarullah, sepertinya pas sekali dengan kehidupan saya. Entahlah mungkin hanya kebetulan belaka. Saya hanya yakin segala yang terjadi dalam kehidupan kita adalah atas kehendak-Nya. Tidak ada yang kebetulan di dunia ini, juga tidak ada yang sia-sia atas semua ini. Semua atas izin Allah Azza Wa Jalla.

Rasanya tidak habis-habis menceritakan ESQ WHJ, maaf ya terkesan promosi padahal tidak sama sekali hanya berbagi pengalaman siapa tahu bermanfaat, dan menjadi amal jariyah buat saya. Mungkin sampai disini dulu. Sampai jumpa lagi para alumni ESQ WHJ, semoga suatu saat kita bisa bertemu lagi. Ingat yah, apapun yang sedang terjadi jangan lupa tetap tersenyum dan tetap bahagia yaaah…

 innallaha ma’ana.


Salam hangat dari saya Heni Lestari yang Bahagia.

foto : coachzie.com & Muzamir Amir

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar