Dia Tidak Pernah Meninggalkanmu!

By HeNee - Maret 27, 2018

Pernahkah merasa sendirian di tengah cobaan yang datang tak henti? Kita sempat berpikir kita benar-benar hancur, dan tidak tahu apa yang harus diperbaiki terlebih dahulu. Namun pernahkah justru merasa lebih dekat kepada Maha Pemilik Hidup ketika kita sedang dirundung masalah dan kesedihan? Atau bahkan sebaliknya, merasa jauh karena berpikir Allah tidak menyayangi atau bahkan membenci kita.

Begitulah manusia dengan segala prasangkanya.  Terkadang kita lupa bahwa kita akan hidup dengan prasangka-prasangka yang kita ciptakan, maka berpikir yang baik saja, berprasangka yang baik-baik saja. 

Harus kita sadari bahwa Allah selalu dekat dan Allah selalu ada pada setiap peristiwa yang terjadi di dalam hidup kita. Baik itu peristiwa yang menyedihkan atau pun membahagiakan. 

 Ada Nikmat Allah di Antara Cobaan dan Air Mata

Jika hidup diibaratkan roda, meskipun berlahan dia terus berputar. Menjadikan kita terkadang berada di atas kadang di bawah. Suka tidak suka tetap harus kita jalani. Ketika kita berada di atas tetaplah ingat bahwa suatu saat kita akan kembali ke bawah, maka persiapkanlah diri kita untuk segala kemungkinan, jangan sampai dari atas kita terjun bebas tak tentu arah.

Di saat roda kehidupan berputar dan kita berada di bawah, di saat itulah kita mungkin  sedang diuji oleh Allah, sedang diberi cobaan. Apakah kita mampu mengatasinya atau malah sebaliknya.

Cobaan terkadang datang di saat yang tidak kita sangka. Bisa jadi dia datang di tengah kebahagiaan. Tanpa kita sadari mungkin seperti itulah cara Allah menyapa kita. Mungkin seperti itulah cara Allah berkata bahwa Dia rindu kepada kita. Rindu akan doa-doa panjang pada sepertiga malam. Rindu akan keluh kesah antara tangis dan tawa di saat bersamaan. Intinya mungkin kita sudah lama tidak menghadirkan hati kita pada setiap tangan yang menengadah, pada setiap doa yang terucap. Karna sesungguhnya inti dari berdoa bukanlah kalimat indah yang kita ucapkan, tetapi lebih kepada hati yang selalu hadir pada setiap kalimat-kalimat itu. 

Terkadang kita bertanya, kenapa kita yang menerima cobaan ini? Kenapa cobaan selalu datang menghampiri? Dan banyak lagi kenapa-kenapa yang lainnya. Sering kali kita terlambat menyadari. Bahwa cobaan yang datang merupakan salah satu bentuk kecintaan-Nya terhadap kita. Kadang kita terlanjur panik dan berprasangka. Tak sedikit dari kita bahkan kecewa terhadap takdirnya.

Apakah kita telah lupa akan janji Allah swt bahwa bersama kesulitan ada kemudahan? Selalu ada pasangannya, seperti halnya tangis dan tawa begitu juga masalah pasti ada solusinya. Sayangnya, kita sering terlanjur down atau berkecil hati ketika diamanahkan cobaan untuk diselesaikan. Padahal jika dilihat dari sisi positif cobaan itu akan menempa kita menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih tangguh.

Di antara cobaan pasti akan hadir air mata. Ketika beban terasa begitu berat, istirahatlah sejenak, bila perlu menangislah. Air mata juga ciptaan Allah dan itulah salah satu kegunaannya. 

Air mata, adalah cairan bening yang diciptakan Allah untuk membersihkan segala keresahan di dalam diri kita. Jadi, jangan pernah malu jika sudah waktunya ia menetes jangan lagi dibendung biarkan ia mengalir bersama setiap titik keresahan di dada. Tapi malulah ketika seharusnya kita menangis karena maksiat yang kerap kita ulang. Malah justru tidak sedikit pun membuat hati kita bergetar dan meneteskan bulir-bulir penyesalan dan ketakutan akan azab api neraka. Itulah kenapa bukan hanya kebersihan sebagian dari iman, tapi malu juga sebagian dari pada iman.

Ketika sedang tertimpa musibah cobalah untuk tetap berpikir jernih, jangan hanya terfokus pada rasa sakit dan kecewa saja. Memang sih tidak kita pungkiri rasa sakit dan kecewa pasti ada tapi kita akan benar-benar menghabiskan waktu sia-sia jika hanya terfokus pada hal itu. Paling tidak kita bisa mengambil hikmah pada setiap cobaan dalam hidup kita, pasti ada pelajaran yang bisa kita ambil. Karena memang pada hakikatnya tidak ada cobaan yang sia-sia.

Seandainya kita selalu meyakini bahwa ada Sang Maha Pemilik Hidup pada setiap cobaan yang datang mungkin tidak akan ada keresahan yang mendalam. Setidaknya kita tahu masih ada tempat bernaung, masalah boleh saja besar tapi kita punya Allah yang Maha Besar. Bukan begitu?

Berdamailah dengan Cobaan,Tetaplah Tersenyum.

Butuh waktu untuk memahami makna dari setiap cobaan yang datang. Maka ambilah waktu untuk menyendiri, mengoreksi diri sendiri. Jika terlalu lelah untuk menangis cobalah tersenyum. Berdamailah dengannya berserahlah dan yakin kita bisa melaluinya.

Hidup terkadang tidak sejalan dengan harapan dan keinginan kita. Tapi kita tetap bisa membuatnya menyenangkan. Kita tetap bisa membuatnya menjadi hari yang baik meskipun bukan yang terbaik. Perbanyaklah bersyukur, sebab Allah akan menambah nikmat untuk umat-Nya yang bersyukur. Satu hal lagi, tetaplah tersenyum. 

Kenapa kita harus tersenyum? Karna senyum itu menyembuhkan. Senyum itu menjadi simbol sebuah ketulusan. Senyum itu cantik dan mempercantik wajah kita. Jadi tidak ada alasan untuk tidak tersenyum. Terlebih senyum adalah ibadah yang paling mudah, menyenangkan dan berpahala. Tapi tetap ingat senyum pada waktu dan tempat yang tepat. 

Ada karunia dari Maha Pemilik Keindahan pada setiap senyum kita. Karena senyum bisa jadi pengobat luka bagi hati yang lara. Senyum kita bisa jadi mengubah mood seseorang, bahkan mampu mengubah dunia. Sebuah senyuman mampu menghadirkan energi yang positif dan menularkannya kepada lingkungan sekitar. Bayangkan jika setiap hari kita saling memberi energi positif bagi lingkungan kita, hidup akan menjadi lebih indah.

Allah Selalu Dekat


Allah berfirman, “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Al-Baqarah: 186)

Masih adakah keraguan tentang keberadaan Allah. Dia Sang Maha Pemilik Kasih dan Sayang selalu ada pada setiap fase kehidupan kita. Semua atas izin-Nya, senyum kita, juga air mata. Semua yang terjadi dalam hidup kita adalah atas kehendak-Nya. Kita akan menangis jika saatnya menangis. Tidak usah dihindari sebab  itu adalah anugerah, segala rasa sakit segala rasa sedih yang menghampiri adalah nikmat yang tersembunyi. Karena itulah jangan hanya meratapi tapi temukanlah nikmat dibalik luka, yakinlah tidak ada luka yang sia-sia. 

Begitu juga bahagia, kita akan tersenyum bahagia jika saatnya tiba. Tergantung bagaimana kita menciptakan bahagia kita sendiri. Sebab seorang bijak berkata, “Bahagia bukan dicari tapi diciptakan.” Bagaimana kita ciptakan kebahagiaan kita itu tergantung diri kita sendiri. Cara yang paling mudah  adalah kita hanya butuh bersyukur dan bersujud lebih lama. Syukuri titik demi titik nikmat dalam hidup kita. Bersyujudlah lebih lama karena bersujud adalah gerakan yang istimewa, di mana kepala menyentuh bumi tapi getarnya sampai ke angkasa.


Teruslah memohon kepada Sang Maha Pemilik Hidup, jangan pernah berhenti berharap.  Selama masih ada cinta di hati, selama masih ada setitik iman pada jantung yang berdetak, maka semua akan baik-baik saja. 

image credit : pixabay
  • Share:

You Might Also Like

2 komentar

  1. Dalem, seringnya sangat mencerahkan :). Oh ya, salam kenal ya, Mbak :)

    BalasHapus
  2. Hi mba Damar, salam kenal. terima kasih sudah mampir :)

    BalasHapus