Soedarno's Family Goes to Singapore

By HeNee - Maret 26, 2018

Perjalanan kali ini begitu istimewa, bukan karena Singapore-nya tapi karena Big Fat Family-nya.
Yup! Perjalanan kali ini paket lengkap, orang tua, kakak dan abang saya, serta anak dan istrinya ditambah keluarga kecil saya tercinta maka total seluruhnya ada 20 orang.

Berawal dari hanya kumpul lebaran Idul Adha di Batam (rumah saya), hingga akhirnya kami semua  sampai ke negeri jiran. Malam itu langsung kami putuskan “Deal, kita berangkat!” Langsung disambut sorak sorai anak-anak dan para keponakan tercinta. 

Sebenarnya, kalau hanya untuk ke Singapore dan ke Universal Studio saja saya siap jadi guide. Tapi berhubung begitu banyak permintaan akhirnya saya nyerah, heu heu. Akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan jasa travel yang kebetulan teman kami sendiri, karena agak riskan juga kalau pergi sendiri dengan begitu banyak krucil, saya khawatir akan tercecer kemana-mana.

Perjalanan Dimulai!

Menggunakan first ferry bikin kami sekeluarga besar cukup heboh, terutama dalam hal membangunkan anak-anak. Ferry pertama itu berangkat pukul 06.00 pagi dari Sekupang, karena rumah saya di Tiban jadi pelabuhan paling dekat yah Sekupang.

Setelah terjadi sedikit gempa di kamar tidur, lalu tsunami di kamar mandi dan sedikit badai di dapur, akhirnya kami sampai di pelabuhan Sekupang tepat waktu sesuai dengan jadwal. Qadarullah.

Perjalanan Batam (Sekupang) – Singapore (Harbourfront) hanya membutuhkan waktu kurang lebih 45 menit saja. Jika kalian pergi sendiri harga tiket ferry 2 way bisa didapat dengan harga IDR. 270k hingga IDR. 300k yah sekitar itulah, rajin-rajin cari info tiket promo biar bisa dapet lebih murah. Tapi harga di atas juga sudah cukup murah untuk ukuran melancong keluar negeri. Menurut saya :)

Sesampainya di Harbourfront kami langsung menuju Gardens by the Bay, perjalanan ditempuh sekitar 30 menit untuk sampai kesini.

Seperti yang kami para emak perkirakan, ketika turun dari minivan anak-anak langsung berhamburan, susah diajak foto bersama. Sedangkan para emak hanya butuh satu, eksis! 

Akhirnya kami berpose sambil mata tetap fokus melihat anak-anak yang memulai journey mereka sendiri, tanpa butuh foto agar tidak dibilang hoax. Berbanding terbalik dengan orang tuanya, hadeeuuh emak macam apa kami ini.


Setelah puas berkelana di Garden by the Bay kami langsung menuju patung Singa Merlion. Lambang dari kota Singapore. Yah, sekali lagi disana hanya photo stop. 

Dan, sama seperti sebelumnya susah mengajak anak-anak untuk fokus foto bersama. Karena mereka punya ketertarikan sendiri selain take foto.


Ice cream yang satu ini salah satunya. Hmmm, tapi memang enak sih ditambah lagi karena cuaca hari itu cukup panas.




Ternyata formasi masih belum lengkap, anak saya yang bungsu nyempil di mana yah? Qiqiqi

Setelah berpanas-panas ria di Patung Merlion, akhirnya kami sibuk dengan urusan lambung tengah yang sudah mulai oleng. Maka kami bersama tour leader langsung cuss menuju tempat makan yang sudah bersertifikasi halal tentunya.


Ini adalah satu-satunya momen yang sempat diabadikan, benar-benar hanya satu ini foto di tempat makan. Karena semua kalap melihat hidangan yang beraneka ragam, tanpa tunggu komando langsung serbuuuuu!!

Okeh, perjalanan kami lanjut menuju Sentosa Island. Universal Studio Singpore. Sengaja objek wisata ini kami letakkan di akhir perjalanan karena perjalanan menuju Sentosa Island menggunakan monorel yang berada di harbourfront. 

Yah, Universal Studio menjadi destinasi terakhir kami. tapi sebelumnya mampir dulu ke Chocolate Galery yang isinya beraneka ragam rasa dan bentuk coklat, di sini kasih sayang para emak diuji. (pegang dompet erat-erat)

Akhirnya kami sampai di Sentosa Island dan langsung menuju Bola Dunia, Universal Studio seperti biasa langsung ambil posisi untuk berfoto


Di sinilah saat yang paling susah untuk mengajak anak-anak foto bersama, terlihat jelas bukan? Hihihi karena di Universal Studio banyak sekali wahana yang menarik untuk dikunjungi anak-anak dan dewasa.

Sekali lagi Alhamdulillah liburan bersama keluarga besar, bisa dibilang lancar. Melihat wajah kedua orang tua senyum semringah hati pun berbunga-bunga, dan anak-anak pun punya kisah sendiri yang akan mereka abadikan di hati.

Sebelum pulang kami menyempatkan menikmati lakse Singapore di Bagus Foodcourt, tenang disini juga bertaburan makanan halal. Lakse Singaporenya recomanded, kami makan satu mangkok berdua bukan karena irit tapi porsinya super buanyak. Di saat makan bersama inilah menjadi quality time tersendiri dengan si buah hati, sambil menikmati lakse sambil mendengarkan cerita seru mereka tentang perjalanan seharian ini. Ah, anakku sudah menyimpan satu kenangan indah dan seru bersama saudara-saudaranya yang akan mereka ingat sepanjang masa.

Alhamdulillah, semua berjalan lancar. 
Tali silaturahmi semakin erat
Hati semakin terikat
Kenangan manis akan terus teringat

Terima kasih Allah, terima kasih Singapore, cerita hari ini akan menjadi kenangan seru yang tak terlupakan. Akan menjadi perbincangan yang diulang-ulang ketika keluarga besar Soedarno berkumpul kembali.

Meskipun tidak ada yang benar-benar spesial tempat yang kami kunjungi ini, tapi seluruh aktifitas seharian ini mempunyai tempat tersendiri di hati dan ingatan kami. Karena tidak semua keluarga mampu berkumpul bersama secara lengkap, apa lagi sampai melakukan perjalanan bersama. Ah, apapun itu syukuri saja. Hidup hanya satu kali, hadir, berarti lalu mati. Jadi jangan sia-siakan kesempatan yang ada yaa...

Sampai jumpa di perjalanan Soedarno's Family lainnya!

credit : pixabay, koleksi pribadi

  • Share:

You Might Also Like

1 komentar

  1. Whuaa seru ya mam emang kalau ramai-ramai. AKu aja kemarin ber-10 udah heboh, gimana itu 2x lipatnya, ahahaha...

    BalasHapus