STEREOTIPE PESERTA KELAS ONLINE

By Unknown - Maret 22, 2018


                                                                   
Pada era digital sekarang ini mencari ilmu itu gampang sekali, tanpa harus keluar rumah dan menghabiskan banyak waktu juga biaya. Kelas-kelas belajar secara online menjamur di mana-mana, khususnya ilmu tentang kepenulisan. 

Ada yang gratis, ada yang berbayar seikhlasnya dan tentu saja ada yang cukup merogoh kocek. Kelas-kelas online ini  ada yang dalam bentuk webinar, kulwap, atau grup WA juga telegram bahkan sekarang banyak juga kelas dalam grup FB. 

Sangking hausnya akan ilmu tulis menulis, semua kelas hampir saya ikuti. Dari A sampai Z semua saya daftar, akhirnya jadi sering lupa jadwal antara satu kelas dan kelas lainnya. Parahnya bahkan tetiba ada yang sudah berakhir aja, hiks!

Nah, sangking seringnya ikut kelas online saya jadi hapal suasana dan tipe-tipe pesertanya. Kadang jadi senyum-senyum sendiri sambil mengambil pelajaran dari setiap tingkah laku para peserta. Yah, ambil yang baik-baiknya saja, yang kurang baik abaikan saja ghaes.

Tipe-tipe peserta yang seperti apa sih yang sering membuat saya senyum-senyum sendiri. Yang seperti ini nih ghaes :

1. Super inisiatif
Kelas baru dibuka, baru disuruh saling perkenalan. Tapi, tipe yang satu ini selangkah lebih maju. Dia akan mempelopori teman-teman satu grup membuat absen biodata dan alamat medsos. Akhirnya jeng jeng jeng!Jadilah daftar itu akan terus muncul paaanjaang dan laamaa. Hingga akhirnya admin harus memohon, “absennya stop dulu yah teman-teman.”
Biasanya yang seperti ini melalui wa atau telegram.

2. Percaya diri
Tipe yang satu ini biasanya langsung share link-link tulisan dia, atau menurut pengalaman saya ada juga yang terus posting puisi bahkan cerpen. Dibumbui hastag #postinganlama #masihnewbie #maafnyampah Heloowww?? Yah, sah-sah saja sih sebenernya, karena disitulah letak indahnya berbagi. Tapi, menurut saya ada baiknya menunggu dipersilahkan atau izin dulu sama yang punya lapak, ini sih menurut saya.

3. Tipe galfok
Nah, tipe yang satu ini hampir selalu saya temui di setiap pelatihan menulis online khususnya melalui wa/tele. Admin sudah berkali-kali meminta, “selama materi berlangsung, mohon untuk tidak ada yang berkomentar yah.”  But, apa yang terjadi? Orang-orang dengan tipe ini tetap saja memberi komentar, menanggapi, bahkan membantah. Ada? Adaaa! saya saksi hidup (santai mba jangan emosi) sampai admin muncul lagi, “mohon untuk tidak memberi komentar.” Tapi tetap tidak dihiraukan, akhirnya peserta juga merasa terganggu dan menimpali, “bro jangan komen dulu bro.” yang lain juga mulai komen, “sttt, jangan komen!” akhirnya kelas 'ramai' pemateri ngambek, kelas          dimundurkan besok malam. Alamaakk! Makanya fokus bro, taati peraturan dan perhatikan perintah admin. Hihihi.

4. Tipe 'males manjat'
Sesi sudah hampir selesai dia baru muncul dan dengan santai berkata, “Eh, sudah rame aja. Disuruh ngapain nih? Ada tugas yah? Tugasnya apaan? Kapan kumpul? Skrin shut dong tolong…” Admin dengan sabar menjawab, “monggo mba, manjat dulu sebentar, hati-hati licin, kalau sudah sampai kabarin yah.” (mang enaak, qiqiqi)

5. Silent reader
Biasanya tipe yang satu ini, lebih suka mengamati. Dan ketika kelas sudah mulai beberapa pertemuan bahkan hampir selesai. Lalu si super inisiatif memberikan ide, “agar silaturahmi tetap terjalin, kita bikin antologi yuk ghaes!” para silent reader mulai bermunculan (termasuk saya) salah satunya ada yang komen, “Wah, boleh juga nih idenya, kira-kira tema apa yah bagusnya?” Lalu si Percaya diri santai menjawab, “kemane aje mbaaa?” Hahaha, ada yang tiba-tiba garuk-garuk kepala sambil nyengir kuda (nunjuk diri sendiri)

Yah, itulah beberapa tipe yang saya ingat, mungkin ada yang mau menambahkan?
Maaf jika ada yang kurang berkenan, ambil yang baik-baiknya aja yah ghaes.
Dibawa santai aja hehehe
Semoga bermanfaat!

#kelasmenulis #stereotipe #stereotype

credit : pixabay, brilio.net

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar