Aku Memelukmu Dengan Doa

By HeNee - April 10, 2018

Ketika aku mencoba meminjam bahumu untuk bersandar, tapi kau malah berbalik arah dan menjauh. Di saat itulah aku merasa sendiri.

Lalu, aku pun berbalik arah. Aku mulai tersenyum ternyata aku tidak sedih, justru sebaliknya ... merasa ada kekuatan baru, dan aku menjadi semakin yakin untuk melangkah. Dan Aku tahu langkah selanjutnya, bersujud lebih lama.

Pada sepertiga malam yang syahdu, aku menyebutkan namamu berkali-kali, memohonkan kebaikan dan kebahagiaan untukmu, iya untukmu yang berbalik arah dariku, aku tidak kecewa karena aku tahu jauh di sudut hatimu masih ada setitik harapan untukku. Aku tidak merasa sedih dan sendiri lagi, karena ada Dia yang membersamaiku, merangkulku. Aku yakin, ketika aku berjalan tertatih menghadap-Nya, Dia justru berlari merangkulku, merangkul siapa saja yang mencari dan berkeluh kesah kepada-Nya.


Begitu indah hubungan hati antara seorang hamba dengan Sang Maha Pencipta. Ketika kau berkali-kali menghianatiNya Dia akan tetap memaafkanmu dan menerimamu. Belajarlah dari kemurahan hati-Nya Memaafkan dan Mengasihi. Karena suatu saat orang-orang yang menjauh darimu pasti akan kembali lagi dengan hati yang baru.

Duhai Sang Maha Bijaksana, karuniakan kepada hamba kemurahan hati, kelapangan dada dan keihklasan tiada henti. Agar hamba mampu menerima segala takdir yang kau gariskan tanpa ada tanya, "Kenapa saya?"


Batam, 11 April 2018
Aku yang Bahagia!

  • Share:

You Might Also Like

13 komentar

  1. Suka sekali baca yang ini: Ketika kau berkali-kali menghianatiNya Dia akan tetap memaafkanmu dan menerimamu. Belajarlah dari kemurahan hati-Nya Memaafkan dan Mengasihi.

    Terima kasih untuk tulisan yang mencerahkan ini Mbak 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. aiih mba Dian, terima kasih sudah mampir :)

      Hapus
  2. Hiks, terkadang kita sebagai manusia suka lupa diri ya mba. Tapi Tuhan selalu tetap setia dan ada untuk kita.
    Terima kasih untuk sharingnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hi mba Jeanette, kita sering alfa yah mba tapi Dia tetep setia menanti, hiks!

      Hapus
  3. Adem banget baca tulisan ini :)

    BalasHapus
  4. Allah lah tempat bersandar abadi bagiku, hingga melangkah sampai saat ini. Keren sharingnya Mba Heni

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener mba, Allah dulu, Allah lagi, Allah terus. Semoga kita mampu yah mba, terima kasih sdh mampir :)

      Hapus
  5. Thanks mam. Saling mengingatkan ya dalam kebaikan. :)

    BalasHapus
  6. Berharap hanya pada Allah. Kalau berharap pada manusia, sewaktu-wakti bisa kecewa

    BalasHapus
  7. Jadi tenang baca ini saat galau Mbak Heniii 😘 Hanya Dia yang selalu memberi maaf dan bahagia berkali-kali

    BalasHapus
  8. Makjleb bacanya. Sering kali respons kita justru sebaliknya ya.. #selfplak

    BalasHapus