FENOMENA DUNIA MAYA (Belanja Online & Blog Walking)

By HeNee Sudarno - September 27, 2018

pic. pixabay
Mohon maaf sebelumnya, saya tidak bermaksud menghakimi pihak manapun, ini murni curhat dan mengutarakan rasa penasaran saya, dan mohon untuk menjawab surveynya dengan memberi alasan, agar ketika saya tahu, maka saya bisa memaklumi setiap alasan yang ada. Terima kasih.

Assalamualaikum,
Hai, bloggers…

Hari ini saya hanya ingin melakukan sedikit survey berkaitan dengan judul di atas. Fenomena Dunia Maya. Tapi tenang saja, tulisan ini tidak seserius judulnya, just take it easy yah darling. Eh tapi, ini maksudnya benar-benar dunia maya, yah, bukan Maya Estianti, Maya Romantir, apalagi Luna Maya yang baru putus sama Reino Barak #eh (mereka yang putus kenapa saya yang ga bisa move on)

Sebenarnya keresahan ini sudah lama saya rasakan, atau bisa jadi Kalian juga merasakan keresahan yang sama. #aseeekk

Pada Era Digital sekarang ini, sosialisasi dan silaturahmi mahluk hidup yang bernama Manusia hampir 50% terjadi di Dunia Maya. Jarak seakan tidak ada artinya lagi, hanya bilangan angka tanpa makna #eeaaa

Teknologi yang canggih mampu meredam kerinduan yang membara bagi pasanga-pasangan LDR, atau bagi mereka yang merantau jauh dari keluarga tercinta. Bisa telpon-telponan atau video call-an
Yah, betul-betul jarak seakan bukan masalah lagi.

Lalu, bagaimana dengan sosialisasi kita dengan lingkungan sekitar. Tetangga sebelah rumah, kapan terakhir bergosip ria? #nunjukdirisendiri jujur saya hampir tidak pernah, hu hu hu.

Teknologi yang canggih memang mempermudah kegiatan kita. Khususnya belanja. Sebagai emak bekerja, saya tidak punya banyak waktu untuk belanja, khususnya keperluan pribadi. Untunglah para emak profesional di bidang domestik, banyak yang membuka usaha toko online. Dari menjual makanan, kosmetik, hingga baju dan banyak lagi yang lainnya.

Sebagian orang mungkin anti membeli barang atau khususnya pakaian di toko online. Dengan alasan, takut penipuan atau barang tidak sesuai dengan fotonya. Yah, setiap orang berhak mempunyai alasan dan tidak ada yang salah dengan semua itu.
pic. pixabay

Lain halnya dengan saya, saya termasuk orang yang fine-fine saja belanja apapun di toko online. Tentu saja barang-barang yang masuk akal. Saya sering belanja baju di toko online. Memang sih, tidak semuanya sesuai ekspektasi, tapi itu tidak membuat saya jera.

Justru, yang membuat saya jera adalah tipe-tipe penjual online yang mempromosikan produknya tapi tidak mencantumkan harga #grrr setiap ditanya harga selalu dijawab, “inbox say.” Sayangnya, saya termasuk orang yang tidak terlalu suka dipanggil “say” (langsung unfrend) #ups hahaha. Entah kenapa saya paling ga suka dipanggil dengan sebutan “say.”  You can call me anything, but don’t ‘say’, plizzz! Apalagi kalau ada laki-laki yang memanggil, “say…” hadeeuuh #@$%^&*(~

Memang sih, banyak alasan kenapa para onlineshop ini selalu meng-inbox-kan harga pada pelanggannya. Katanya ini salah satu strategi pemasaran. Katanya juga biar pelanggan bisa chit chat kalau mau nawar. Entah, ini berhasil atau tidak. Please tell me.

Tapi, banyak juga pelanggan yang akhirnya membeli barang dengan alasan, “ya sudahlah... beli saja, ga enak sudah banyak nanya tapi ga jadi beli, ntar ditandain lagi.” #terpaksa

Tidak jarang juga, saya menemukan di beranda FB saya onlineshop memposting SS obrolannya dengan pelanggan yang panjang lebar tapi ga berhasil closing. #mungkinbelumrejeki

Jadi, kesimpulannya? Silahkan simpulkan sendiri saja, yah. 😊

Bebicara soal strategi pemasaran, bagaimana dengan, Lazad*, Shop*,Ziling*, bukalapa*dan lain lain. Kebalikan dengan para onlineshop yang saya ceritakan di atas tadi. Di sini, semua barang yang mereka jual harganya terpampang nyata. Apakah ini salah satu startegi pemasaran juga? Entahlah saya benar-benar ga tau. Please tell me, once again.


***
pic. pixabay

Satu hal lagi yang membuat saya penasaran, kalau tadi tentang onlineshop, sekarang tentang moderasi komentar pada blog.

Tahun 2018 ini, saya memutuskan untuk membuat rumah di dunia maya, alias blog. Salah satu wadah saya untuk mengukir sejarah dan menuliskan apa yang terlintas di kepala, yang terlihat oleh mata, juga terdengar oleh telinga. Newbie? Yup! Saya masih anak bawang di dunia per bloggeran ini, so please maklumi kenorakan saya yah kakak. 

Terutama tentang yang satu ini.

Semenjak mulai aktif ngeblog, saya mulai akrab dengan istilah BW alias Blog Walking. Nah, ketika kita sudah berkomitmen untuk BW kita harus jalan-jalan ke blog teman-teman kita dan meninggalkan jejak berupa komentar, tentu saja komentar yang santun dan tidak OOT. 

Ketika BW, jujur saja, jika saya anggap tulisannya asik, kontennya menarik saya akan benar-benar bertamu. Mulai menikmati satu persatu artikel yang ada pada blog tersebut. Saya banyak menemukan “mastah” (versi saya sendiri) dan banyak belajar dari mereka.

Ada satu hal yang saya perhatikan, beberapa blogger hebat, memoderasi setiap komentar yang masuk. Tapi, tidak sedikit juga Blogger hebat lainnya tidak memoderasi komentar sama sekali. Jadi setiap komentar langsung masuk saja #masukpakeko. Kira-kira apa alasannya, yah?

Menurut saya pribadi, jika berbicara tentang kenyamanan ber-BW-ria tentu saja komentar tanpa moderasi lebih nyaman. Karena, kita langsung tahu bahwa komentar kita sudah terpampang dan merasa telah menunaikan komitmen.

Di blog saya juga sengaja tidak di moderasi, selain saya ga mau repot untuk bolak-balik memoderasi, saya berusaha terbuka saja, mau komen silahkan, jika ada komentar yang tidak baik tinggal di hapus saja, hehehe ini menurut saya yang masih norak di dunia perbloggeran, maafkan, jangan dibully ya kakak. Mohon pencerahannya.
pic. pixabay

Oke deh, sebelum narasinya semakin panjang dan saya mulai ngelantur, langsung ke survey dan mohon tuliskan pendapat teman-teman blogger sekalian, yah.


Please answer this questions :
1. Teman-teman lebih suka belanja online dengan harga yang tertera atau “inbox say”? Kenapa? 

2. Lebih suka BW dengan komentar yang dimoderasi atau tidak? Kenapa?

3. Blog teman-teman komentarnya dimoderasi atau tidak? Kenapa?

Terima kasih banyak, atas kesediannya teman-teman semua menjawab pertanyaan ini. Terima kasih juga atas pencerahannya.
Sekali lagi, tidak bermaksud menghakimi pihak manapun, ini murni dari rasa keingintahuan saya dan pendapat saya pribadi.

Salam hangat dari Batam!











*terima kasih telah singgah dan meninggalkan jejak

  • Share:

You Might Also Like

59 komentar

  1. Aku dulu juga gak pakai moderasi tapi spamnya minta ampun masuk terus-terusan akhirnya nyerah deh dimoderasi :)

    BalasHapus
  2. Jawab yah
    1. Saya lebih suka blanja online di toko online yang sudah tertera harganya kalau disuruh inbox mendingan nggak deh
    2. saya sih oke-oke aja, mau moderasi atau nggak, tetap berkomentar dan bertamu
    3. blog saya dimoderasi untuk tamu pertama kalau selanjutnya bebas deh bertamu lagi, kenapa dioderasi karena pernah kejadi kedatangan serbuan spam, bahkan bsa ratusan spam sehari, capek ngapusinnya hehehe
    semoga jawabannya membantu

    BalasHapus
  3. 1. Aku selaku penjual di os jg kadang ada barang yg gak kukasih harga. Karena jika ada kenaikan harga dadakan dari suplier jd kelabakan sendiri saat palenggan minta harga lama yg dipajang. #perihnyatudisini. Kecuali para pedagang besar yang bisa nyewa dan bayar admin buat gonta ganti harga di banyak foto tiap brrapa hari
    2. Dimoderasi atau ngak gak ngaruh. Biasa aja hehehe. Krn setiap pemilik blog punya alasan sendiri2.
    3. Blog ku dimoderasi karena sudah pernah di hack juga sudah pernah di bom spam juga sampai mati muda dan sekarang aktif lg

    BalasHapus
  4. 1. senang online dengan harga yang tertera, sehingga kalo tertarik tinggal nego. gak tertarik ya lewat,
    2. dua duanya tak masalah, karena itu hak yang punya blog dalam menjaga blognya agar tetap bersih dari coment tak penting
    3. tidak dimoderasi, karena malas utak atik..ya jika ketemu koment yang tak bikin rusak link , tinggal hapus..

    BalasHapus
  5. Aku lebih suka belanja online pada harga yg sudah tertera. Malas jika harus japri cuma buat nanya harga. Kecuali emang bisa ditawar harganya hehehe. Dan tentu lebih suka yg ga pake moderasilah. Lalu langsung muncul komennya. Tapi urusan ini buat yg pake blogger dari google emang udah default google pake moderasi kayaknya. Blogku ga dimoderasi kayaknya. Krn aku malas ngebuka bukain yg kekunci oleh moderasi

    BalasHapus
  6. Panggilan "say" untuk suami aja ya, Mbak..hehehe

    Baiklah, akan saya jawab.

    1. saya suka belanja online dengan harga yang tertera. Tapi saya jualan online tidak menyertakan harga, wwkwkkwk. Kenapa? Karena 1 produk punya berbagai variasi ukuran, pastinya tiap ukuran beda-beda. Ada list harga yang disusun untuk tiap ukurannya. Jadi kalau ada yang nanya, aku kirimkan list harga via DM/Inbox. Biasanya aku tulis, "Kak, cek inbox, ya. Saya sudah kirim price listnya." Tapi kalo jual benda yang satuan kayak baju, jilbab, buku, pasti langsung ada harganya.

    2. tidak. sama alasannya kayak Mbak Heni, biar langsung nampak komenku udah mejeng syantik.

    3. tidak. karena rempong tralala, balesin komen aja masih PR besar, tambah lagi harus memoderasi. jadi biar masuk aja dulu pak Ekonya, kalau ada komen yang negatif tinggal delete.

    Sekian dan terima kasih, Mbak Heni <3

    BalasHapus
  7. Hi sis Heniii (klo panggil mba sis nggak diunfriend kan mba?) wkwkwk

    Saya bantu jawab survey deh:
    1. Saya lebih suka belanja online dengan harga tertera. Why? dengan begitu saya bisa tahu "oh ini barangnya bagus, harganya worth it"; "oh ini barangnya biasa aja harga so so"; atau oh ini barangnya jelek, harga mahal.. pemilik toko apaan ini? *langsung tutup ganti toko (ketahuan yak sering belanja di toped) wkwkwk. Tapi klo barangnya bagus dan pas banget menurutku buat aku, klo harga kudu inbox, tetap saya chat by inbox sih. Saya pembeli, otomatis saya yang butuh. Tapi klo pedagangnya songong, udah diinbox lama balas biar kelihatan pura2 sibuk padahal lagi aktif, lgsg hempaskan. *Aku gitu orangnya kak ema.

    2. i don't care komen dimoderasi atau kagak saat saya BW ke blog yang menurutku layak aku kunjungin. Ketika isi kontennya bagus, saya tinggalin jejak, moderasi atau kagak, tu bukan urusanku kak. Yang penting aku niat komen BW.

    3. Yap, komentar blogku dimoderasi. Baru hitungan bulan. Dulu sik nggak dimoderasi. Kenapa aku moderasi?? jadi begini ceritanya kak Ros: Suatu hari, spam di blogku banyaaaaaaak banget. butuh berjam2 membersihkan 400-an spam. mulai dari spam pulsa, skin care, asuransi, pembiayaan dari afrika hingga kucing angora naik sepeda ontel. Jadi broken link. capek dong Kate Winslet bersihinnya. Sejak saat itulah aku memoderasinya mba. Jangan sebel berkunjung ke blogku ya mba Hennn karena dimoderasi. pintu rumahku selalu terbuka untukmu *sodorin kopi luwak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. huahahaaha ngakak aku bacanya, apalagi bagian spam. heuuu ternyata spamnya parah yaak. thanks kakaaaa

      Hapus
  8. Mayoritas blog yang aku kunjungi khususnya travel blogger baik local maupun manca negara kebanyakan pakai moderator... Alasannya mereka mungkin sama aku, malas buang batu dengan robot Dan spam

    BalasHapus
  9. 1. Aku tim harga tertera dengan jelas. Males aja kalo kudu japri nanyain harga.

    2. Memoderasi kolom komentar itu hak pemilik blog sih. Jadi aku BW gak tergantung ama dimoderasi/nggaknya kolom komen. Kalo postingannya menarik, biasanya aku selalu ninggalin jejak.

    3. Komentar di blogku dimoderasi soalnya suka banyak spam. Daripada aku kudu ngapusin satu2 komen spam, mending aku moderasi aja.

    BalasHapus
  10. 1. Saya suka belanja online yang ada harganya, biar tidak ribet tanya-tanya.
    2. bagi saya sama saja, mau dimoderasi ok. Tidak juga ok
    3. Saya moderasi kolom komentar, ampyun Mak sama spam
    Eh saya tambahin yah. Saya juga kadang risih dipanggl SAY. Jangan-jangan itu potongan dari kata Sayton bhahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahhaha, amit amit saytooon. makasih masukannya bundaaa...

      Hapus
  11. “Inbox say”
    Itu strategi marketing Mba.
    Dan mewaspadai reaksi orang yang mundur duluan karena harga.
    Aku gk masalah sih dg tipe jualan begini.

    -moderasi atau tdk gk masalah sih mba. Asal ada notifnya klo komenku masuk. Heheheh

    - sampai skrg merasa belum butuh. Viewer masih seiprit jadi spam masih belum kutemui. Amit2. Smoga gk pernah. Hehehhe

    BalasHapus
  12. Hehehe...iya, di dunia offline belum tentu banget si Bunda punya temen sampe ribuan, bahkan sampe duaribuan. Di dunia maya? Bhheeuuuh...bisa terjadi. Awesome-nya lagi tuh di dunia maya bisa cari doku sambil duduk tak-tik-tuk. Beauty Blogging, ada yang bilang begitu. Trus sebutannya juga keren, kan? BLOGGER!

    BalasHapus
  13. 1. Lebih suka yg ada harganya langsung, kalo udah nemu “price by DM” langsung babhay aja lah, pindah toko sebelah :))
    2. Nggak di moderasi, wong nggak di moderasi aja ngga ada yg komen huahahaaa..

    BalasHapus
  14. 1. suka belanja online dan termausk penggila
    2. maunya sih langsung masuk biar memastikan komentar nggak nyangkut
    3. aku sih nggak pake moderasi biasanya langsung masuk ke blog

    BalasHapus
  15. Aku biasanya suka dengan OS yang menyantumi harganya, untuk pemulaan biasa order pakaian yang murah agar tidak kecewa saat datang nah kalo yang datang barangnya sesuai dgn keterangan baru deh berani order yg harga mahalan dikit seduai kemauan kita

    BalasHapus
  16. Saya juga sebal sama yang jualan begitu ditanya harga disuruh inbox. Padahal bisa saja mencantumkan harga jika barang tersebut tidak bisa ditawar.

    BalasHapus
  17. hahahaha
    saya juga malas belanja dia penjual yang suka inbox
    malah kadang saya kerjain..bilang ga ada mesengger hahaha

    klu koment yang dimoderasi supaya antisipasi spam
    soalnya koment spam akan menjadi broken link dan pengaruh DA
    DA itu penting untuk nilai tawaran sebuah job hehehe
    jadi klu dimoderasi ga masalah sih..ga ribet juga kok kok nampilin
    saya tiap pagi selalu cek blog dan tampilin komentar yg dimoderasi
    dan hapus komentar spam

    BalasHapus
    Balasan
    1. wuaaah, terima kasih masukannya mbaa. Spam oh spam. ternyata itu biang keroknya.

      Hapus
  18. Saya juga tipe yang OK aja belanja online kak... belanja di pasar juga OK... Hahahaha.. semuanya sesuai dengan kebutuhan dan rasional harga. Pilih yang paling tepat, khususnya tepat di hati dan di kantong.

    BalasHapus
  19. 1. Saya lebih suka belanja dengan harga yang tertera, Mba. Alasannya saat lihat barang udah tahu harganya, jadi kalo harganya cocok bisa langsung beli, kalo harganya kemahalan, bisa cari yang lain :)

    2. Lebih suka BW ke blog yang gak dimoderasi karena bisa langsung tahu komentar saya udah masuk apa belum

    3. Untuk artikel yang usianya di bawah 15 hari, saya gak moderasi tapi untuk artikel yang usianya di atas 15 hari, saya moderasi. Alasannya banyak penjual obat/pemberi pinjaman dana suka komentar di artikel-artikel lama saya

    BalasHapus
  20. Okeee mari kita jawab yaaa

    1. Saya suka belanja online yang jelas, terutama harganya. I’m so used to Amazon Prime yang benar-benar memanjakan pembelinya. Lengkap, jelas dengan deskripsi produk dan review, harga lengkap (termasuk versi preloved kalau ada - biasanya buku) sampai shipping. Kalau di Indonesia memang lain hehehe. Kalau memang barangnya bener2 yg dimaui baruuu deh aku jabanin si ‘inbox say’

    2. Utk komentar aku senengny yg ngg dimoderasi.. biar cuuus gampang dan cepet. But I do respect those who use it.

    3. Komentarku ngg dimoderasi.. biar gampang aja. So far spamnya sedikit jugaaa

    BalasHapus
  21. Seru juga ne!

    Ikutan ah...

    1. Suka belanja online yang ada harganya. Apalagi lengkap dengan ukuran, deskripsi bahan baku/material barang, stok, pilihan warna endebrei endebrei...

    2. Kalau sudah "meleleh" sama blognya, biar dimoderasi/tidak aku tetap BW, kayak slogan radio itu, sekali BW tetap BW, HAHAHA.

    Bahkan kadang bisa klik link-link lain yang ada di blog, biar bounce rate yang punya blog bagus sekaligus pageviews meroket #eeaaa

    3. Awalnya ga aku moderasi karena belum tahu caranya, HAHAHA.
    Yam apyuun, pernah ada spam ratusan berbahasa Inggris, bahasa kanji, yang jual obat kuat, herbal pelangsing, endebrei, endebrei.

    Jadi, yah, monmaap dimoderasi deh.

    Etapi, sekarang aku lagi off moderasi.

    But, kalau ada spam lagi, ya kudu moderasi lagi, deh.

    Akutu fleksibel orangnya...


    BalasHapus
  22. 1. Lebih suka yg langsung ada harganya dari pada inbox. Yg penting deskripsi lengkap

    2. Moderasi/gak tidak masalah. Kalau suka tulisannya ya kukomen kecuali ada kendala tertentu ya

    3. Blogku sendiri ada yg moderasi ada yg gak #KebanyakanBlog. Yg gak moderasi memang kudu ngontrol sendiri siapa tau ada spam

    BalasHapus
  23. 1. Lebih suka harga tertera
    2. Aku gak masalah sih mau dimoderasi atau enggak
    3. Iya kalau aku dimoderasi, gara2 pernah kena serangan spam

    BalasHapus
  24. Langsung jawab yaa ...
    aku lebih suka harga tertera. Aku ga masalah moderasi atau nggak. Aku pribadi memilih moderasi karena banyak serangan spam :)

    BalasHapus
  25. Aku lebih suka harga dicantumkan, tapi ga masalah juga kalau kudu inbox karena kadang ada hal yang jadi pertimbangan seller ga mencantumkan harga.
    Blogku sekarang ga dimoderasi. Semoga ga diserbu spam.

    BalasHapus
  26. 1. Teman-teman lebih suka belanja online dengan harga yang tertera atau “inbox say”? Kenapa?
    Aku lebih suka yang harganya udah tertera. Kalau aku tertarik, aku akan hubungi sendiri penjualnya.

    2. Lebih suka BW dengan komentar yang dimoderasi atau tidak? Kenapa?
    Sama aja dua2nya. No offense.

    3. Blog teman-teman komentarnya dimoderasi atau tidak? Kenapa?
    Untuk postingan baru, tidak dimoderasi. Untuk postingan yang lebih dari 2 minggu, aku moderasi. Karena ya biar aku tahu kalau ada yang habis berkunjung ke postingaku yang udah lama, jadi aku bisa langsung reply.

    BalasHapus
  27. Aku sukanya harganya yang jelas dari awal. Blogku ga pake moderasi karena capek juga ngelepasi satu-satu hahahaga

    BalasHapus
  28. Aku suka yang tertera, kalo yang suruh inbox justru males. Kalo udah niat jualan ya pajang aja harganya wkwkwk

    suka yang langsung nongol komentar, lha kalo dimoderasi kan kita ga tahu udah masuk apa kagak

    punyaku ga aku moderasi, kalo ada spam biasanya aku cek dan delete.

    BalasHapus
  29. Hai say, eh haaay Mbak Heni apa kabar? duh suka banget temanya nich apalagi ada survey kecil kecilan yang bikin pagiku naik adrenalinnya, why coz akupun eh, di angka saja ya, sekalian isi survey

    1. suka belanja online yang ada harganya. Gak perlu ribet dan membuang waktu untuk bertanya tanya harga lewat inbox. Saya tuh orangnya agak lupaan bin baru ngetik hai boleh tahu harganya gak say? eh Sis eh gan eh apalah gitu, anak saya panggil, ummi sini deh, ummi temenin deh, ummi ada tamu. Oke kalau saya maniak belanja mungkin saya bakal jawab, ntr lagi belanja dulu, tapi kan saya bukan orang yang mudah menyakiti hati anak. trus mbak penjual merasa di php karena udah kasih harga eh tak ada jawaban diriku, mbaknya sensi, trus akun saya diblock hiks kan mending belanja online yang ada harganya kan, simple, mudah dan gak php

    2. Apa ya tadi? oh kemaren baru mbatin, kok lebih nyaman dan enak bw dengan komentar yang lamgsung masukpakeko, apalagi tulisan di komentar blog teman menggunakan huruf yang cakep, duh komentarku bakalan kubaca berulang, ada yang salah gak ya, ada yang kurang gak ya, ada typo gak ya, hehehehe

    nomer 3. Blogku tanpa moderasi mbaak, silahkan masuk beberapa kali dan tinggalkan komentar di beberapa artikel lainnya hehehe. Alasannya sama dengab nomer 1. Saya orangnya agak lupaan dan gak mau php. Ada dong temen yang gemes kok komenyat saya ndak dimuncul munculkan, padahal udah setahun nah kan nah kaaaan? etapi gak seekstrem setahun kali ya, tiga sampai seminggu komen gak dibebaskan dr moderasi saja udah keki loh.

    BalasHapus
  30. Saat ini emang udah jadi gaya hidupku untuk BW dan belanja online mendukung pekerjaan sih

    BalasHapus
  31. 1. Aku juga paling sebel kalau harganya diumpet-umpetin.
    Kan jadi tambah repot harus inbok segalaaa..

    Dipanggil shay...
    Masih oke ajalaah..karena dia kan ga tau namaku.


    2. Kalau BW suka yang ga dimoderasi banget-banget.
    Kalau asal tinggal nambahin centang doank mah....cincay laa..


    3. Blogku lendyagasshi sendiri...ga dimoderasi.
    Hahhaa...akibat aku males kalau harus menyortir komen yang masuk.


    Maaf yaa, mba.
    Ini komen karena keseharianku bersama 2 anak usia sekolah.
    Jadi lebih milih yang simple dilakukan.

    BalasHapus
  32. Kalo baju lebih suka belanja di ecommerce atau marketplace dan pilih brand terpercaya karena aman, kadang ada gratis ongkir, harga jg tercantum jelas plus banyak diskon. Kalo bw, suka yg ga dimoderasi supaya bisa cek ulang komen kita.

    BalasHapus
  33. No 1 lbh suka belanja di harga yg tertera, kalau Bw saya gak masalah dimoderasi apa gak hehe, no 3 blpgbsaya moderasi soalnya males bersihin komen spam hehehe

    BalasHapus
  34. jawab juga ya,

    1 Lbh suka ada harga
    2 Lbh suka ga pake moderasi, tapi kalo pake, lbh mudah yg ga pake capcay
    3 Aku sendiri ga pake moderasi, kl ada yg ga sesuai, del aja :)

    BalasHapus
  35. Saya lebih suka belanja yg tercantum harganya. Rempong amat ya klo kudu japri2an segala nanya harga :))

    Blog saya tdk pake moderasi krn hidup ini sudah ribet tanpa adanya kewajiban utk melepaskan moderasi hehehe... Biar aja masuk masuk aja pak ekoooo...ntar klo spam tinggal dihapusin cepet koq.

    Karena saya tdk suka moderasi, maka lebih seneng klo teman2 juga tdk memberi moderasi di blognya. Tapi balik lagi lah pada kesukaan masing2. Klo teman si pemilik blog punya cukup waktu membuka moderasi, ya ga pa2. Jangan lama2 tapinya yaaa melepas moderasinya ;)

    BalasHapus
  36. Aku di moderasi mbak komennya, soalnya banyak yang iklan obat :)

    BalasHapus
  37. Aku dulu belanja online sempet kapok karena gak sesuai dengan gambarnya. Alhamdullilah sekarang dah nemu yang cocok, bener-bener membantu sih klo buat yang rumahnya susah transoort

    BalasHapus
  38. Akuuuuh lebih suka yang harganya tertera mam. Enak lah gak usah buang-buang waktu kalo emang cocok bakal lanjut chat. Lagian biasanya klo yang gak tertera tuh, tak tahunya harganya mayan yaa...

    Kalo aku BW sih sukanya yang nggak dimoderasi, hee jadi bisa langsung ketahuan emang kalo komen kita sudah masuk atau kalau ada kalimat yang salah bisa dihapus dulu komennya terus komen ulang.

    Tapiiii, kalo aku sendiri memoderasi kolom komenku, hihiii... Soalnya males kalo ada spam atau komentar yang minimalis beeeet bahkan nggak nyambung. Buat kenyamanan juga yang baca biar komennya ya yang penting dan berkualitas aja, hiyaaahh... #gaya

    Etapi semua pilihan sih jadi nyantei aja...

    BalasHapus
  39. - Aku sebel reino begitu banget sama luna , macarin doang, nikahin kagak..."#lho ikut gagal move on kwkwk
    -aku moderasi blog karena hampir tiap hari ada beberapa biji yang komen jual judi online, trading broket, pemutih apalah..komen spam bahasa inggris yang aneh dan apalah-apalah...Selain itu juga, kalau dimoderasi pas kebaca bisa langsung dikunjungi kembali. Karena kalau enggak dimoderasi notifnya jadi rombongan, akhirnya kunbal kelupaan hehe, kan enggak sopan sudah ditamuin enggak namu balik
    Dan untuk belanja online..aku jarang ke teman kecuali kenal di dunia nyata, biasa beli online di marketplace. Klaupun pernah biasa inbox kalau memang niat beli saja. Enggak mau PHPin orang...karena dulu pernah jualan dan ngerasa sakiiit diPHP hehe

    BalasHapus
  40. Ikutan survey ah😁
    Jarang belanja online jarang juga offline🤪😁
    Tapi kalo online sukanya yang ada harganya, jelas-jelas.

    Saya juga punya blog meski jarang diisi😭
    Boro-boro mastah, buat konsisten aja kembang kempis. Tapi blog saya moderasi karena bukan sekali dua kali ada spam yang masuk. Gak suka aja spamnya judi bola, obat kuat, jualan yang gak umum. Begitu sih awalnya.

    So that, saya juga gak masalah kalau ada blog yang dimoderasi.

    Demikian jawaban survey saya, terima piring cantik sebagai hadiah😁🙏

    BalasHapus
  41. Tulisannya menarik, kubaca tuntas mba. Ikutan jawab ya.
    1. saya belanja online kecuali ygbrg elektronik dan baju (udh berkali2 coba tep aja ga sesuai gambar)
    2. BW seneng krn nambah ilmu dan dimoderasi selama ga ribet captcha masih okelah.
    3. sy moderasi utk artikel yg lewat seminggu, supaya ga ada iklan obat masuk ke komen.
    Demikian ya kak, ditunggu BW baliknya ya.

    BalasHapus
  42. 1. Dua-duanya nggak masalah. Nggak ada harga juga tinggal tanya. Nggak repotlah menurutku. Tapi terus terang, aku kurang cocok belanja online. Membeli barang yang sebelumnya nggak bisa aku lihat di depan mata, nggak bisa dipegang, atau dicoba, aku syusyah mengambil keputusan. Kecuali produk tertentu seperti buku-buku, ya. Kan nggak perlu dicobain juga.

    2. Sama saja. Dua-duanya oke aku, sih. Kalau ternyata ada yang nggak yakin sudah terpampang atau belum, tinggal konfirmasi saja. Sudah terpampang pun nggak perlu dicapture juga kan untuk membuktikan kalau kita sudah BW wkwkwkwk ...

    3. Spamnya, Oh My God. Sampai ratusan. Jadilah, pasang gerendel dulu hihihihi ...

    Yeah! BW sekalian menjawab survey hahaha ...

    BalasHapus
  43. Jawaban no 1 dan 2 man aja boleh hahaha. Kalau jawabab no 3 saya pakai moderasi untuk menghindari spam, komen2 yang tidak layak. Dan lebih mudah menghapusnya kalau dimoderasi, tinggal centang aja. Oh ya komen spam itu mengganggu blog kita soalnya. Jd dimoderasi aja kalau saya

    BalasHapus
  44. No 1 : langsung ada harganya, biar kalo uang cukup bisa lgs order gak cukup ya nabung dulu hehe. Jadi gak tanya2 mulu ke penjual

    No 2 : tidak moderasi, karena biar ketahuan komen kita masuk atau tidak.

    No 3 : komen saya tidak dimoderasi, Alhamdulillah juga tidak pernah ada spam. Jadi aman hihi.

    BalasHapus
  45. 1. Lebih suka langsung yang tertera, karena lebih mudah membacanya. Ndak ribet cari inboxnya.
    2. Tidak, biar langsung biaa terbaca. Secara saya juga baru nge-blog mbak. Jadi seneng aja lihat komentar masuk, hihihi
    3. Ada yang dimoderisasi ada yang ndak. Menurut saya yaa suka-suka mereka-mereka saja sih mbak.#ndakmasalah

    BalasHapus
  46. Jawab ahhh
    1. Lebih suka yg ada harganya
    2. Tdk moderasi,br ngeblog jd seneng aja ada yg maen
    3. Ga moderasi

    BalasHapus
  47. Jawab jugak ah
    1. Lebih suka yang ada harganya langsung. Meski jarang banget belanja baju onlen. Apalagi sepatu. Hahaha
    2. Lebih suka dg moderasi. Kalo nggak, suka ada komen yang aneh.
    3. Blog saya dimoderasi, pernah ngak dimoderasi, spamnya banyak, kadang ada yg jualan pembesar payu**** segala haduuh capek deh ��

    BalasHapus
  48. 1. Karna sudah pernah dpt training ttg marketing jadi sy paham soal harga diinbox itu merupakan salah satu teknik marketing mbak. Nah, sy juga jadi ikutan kan. Kecuali kalo emang udah disediakan flyer yg harganya ada di situ, ya udah tinggal dibaca. Hehe.

    2. Biasa aja, gak ngaruh kalo saya

    3. Blog sy dimoderasi. Alasan? Lha org ygbikinin juga suami, sy kan gaptek. Jadi sy terima jadi aja. Hahaha ����

    BalasHapus
  49. Sya lebih suka belanja online yg udah tertera harganya. Pertanyaan selanjutnya belum bisa sya jawab krna baru belajar blog hehehehe

    BalasHapus
  50. Jawab juga Yasa
    1. Suka belanja yg sudah ada harganya pasti apalagi kalau langsung tahu ongkir enggak perlu sibuk cek sendiri.
    2. Dimoderasi atau tidak aku sih gak masalah niatnya berkunjung baik-baik diterima syukur enggak ya nasib hehehehe tapi inshaAlloh di terima kok.
    3. Aku enggak di moderasi karena enggak selalu stay di blog kasihan yg bertamu nungguin aku online.

    BalasHapus
  51. Kalau saya lebih suka belanja online dengan harga yang sudah tertera.
    Kalau untuk BW, untuk moderasi atau tidak itu tergantung dengan yang punya blog.
    Karena kalau saya di moderasi dulu, karena sering masuknya iklan2 yang isinya membuat resah, hihihihi

    BalasHapus
  52. 1. Sayq suka olshop yang harganya tepampang nyata.
    2. Moderasi dan tidak it's ok buat saya saat bw.
    3. Blog saya sendiri dimoderasi, utk memfilter spam. Tapi untuk akun-akun yang sudah biasa bisa langsung tampil tanpa moderasi.

    BalasHapus