PMS oh PMS

By HeNee Sudarno - September 20, 2018



Hai, Bloggers

Ada yang lagi PMS? Pertanyaan ini khusus cewek loh ya, mas-masnya cukup senyum aja.
Atau ada orang di sekitar teman-teman yang lagi PMS? Nah, ini mas-masnya boleh ikut jawab. Mungkin Istrinya, Adek/Kakak, atau Temannya. Kalau ada, jangan cari masalah, yah, sama mereka.  Cari yang lain aja, bila perlu main jauh-jauh, gih. Hihihi.

Kalau saya sudah ada tanda-tanda PMS biasanya langsung deh teriak, cokelat mana cokelaaatt!

Why Chocolate? Nanti kita cari tahu apa hubungannya cokelat dengan PMS.

Sekarang kita cari tahu dulu apa itu PMS, penyebab dan tipe-tipenya. Ya, meskipun saya yakin teman-teman semua pasti sudah tahu apa itu PMS, tapi tidak ada salahnya memahami lebih dalam lagi, karena saya pribadi merasakan semakin bertambahnya usia, semakin saya merasa tersiksa dengan PMS.

PMS oh PMS 😭

pic. pixabay

Pre-menstruation Syndrome (PMS)

Sindrom prahaid (Bahasa Inggris: premenstrual syndrome, PMS) adalah kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosi yang terkait dengan siklus menstruasi wanita. Sekitar 80 hingga 95 persen perempuan pada usia melahirkan mengalami gejala-gejala pramenstruasi yang dapat mengganggu beberapa aspek dalam kehidupannya. 

Gejala tersebut dapat diperkirakan dan biasanya terjadi secara regular pada dua minggu periode sebelum menstruasi. Hal ini dapat hilang begitu dimulainya pendarahan, namun dapat pula berlanjut setelahnya. 

Pada sekitar 14 persen perempuan antara usia 20 hingga 35 tahun, sindrom pramenstruasi dapat sangat hebat pengaruhnya sehingga mengharuskan mereka beristirahat dari sekolah atau kantornya.

Gangguan kesehatan berupa pusing, depresi, perasaan sensitif berlebihan sekitar dua minggu sebelum haid biasanya dianggap hal yang lumrah bagi wanita usia produktif. Sekitar 40% wanita berusia 14 - 50 tahun, menurut suatu penelitian, mengalami sindrom pra-menstruasi atau yang lebih dikenal dengan PMS (pre-menstruation syndrome). Bahkan survey tahun 1982 di Amerika Serikat menunjukkan, PMS dialami 50% wanita dengan sosio-ekonomi menengah yang datang ke klinik ginekologi.

PMS memang kumpulan gejala akibat perubahan hormonal yang berhubungan dengan siklus saat ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium) dan haid. Sindrom itu akan menghilang pada saat menstruasi dimulai sampai beberapa hari setelah selesai haid.

Kenali Penyebab PMS

Penyebab munculnya sindrom ini memang belum jelas. Beberapa teori menyebutkan antara lain karena faktor hormonal yakni ketidakseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron. Teori lain bilang, karena hormon estrogen yang berlebihan.

Para peneliti melaporkan, salah satu kemungkinan yang kini sedang diselidiki adalah adanya perbedaan genetik pada sensitivitas reseptor dan sistem pembawa pesan yang menyampaikan pengeluaran hormon seks dalam sel. 

Kemungkinan lain, itu berhubungan dengan gangguan perasaan, faktor kejiwaan, masalah sosial, atau fungsi serotonin yang dialami penderita.
Sindrom ini biasanya lebih mudah terjadi pada wanita yang lebih peka terhadap perubahan hormonal dalam siklus haid. Akan tetapi ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya PMS.


Faktor yang Meningkatkan Risiko Terjadinya PMS
  1.  Wanita yang pernah melahirkan (PMS semakin berat setelah melahirkan beberapa anak,    terutama bila pernah mengalami kehamilan dengan komplikasi seperti toksima). 
  2.  Status perkawinan (wanita yang sudah menikah lebih banyak mengalami PMS dibandingkan yang belum).
  3.  Usia (PMS semakin sering dan mengganggu dengan bertambahnya usia, terutama antara usia 30 - 45 tahun). 
  4. Stres (faktor stres memperberat gangguan PMS).
  5. Kekurangan zat-zat gizi seperti kurang vitamin B (terutama B6), vitamin E, vitamin C, magnesium, zat besi, seng, mangan, asam lemak linoleat. Kebiasaan merokok dan minum alkohol juga dapat memperberat gejala PMS.
  6. Kegiatan fisik (kurang berolahraga dan aktivitas fisik menyebabkan semakin beratnya PMS).


Tipe dan gejala PMS

Tipe PMS bermacam-macam. Dr. Guy E. Abraham, ahli kandungan dan kebidanan dari Fakultas Kedokteran UCLA, AS, membagi PMS menurut gejalanya yakni PMS tipe A, H, C, dan D. Delapan puluh persen gangguan PMS termasuk tipe A. Penderita tipe H sekitar 60%, PMS C 40%, dan PMS D 20%. Kadang-kadang seorang wanita mengalami gejala gabungan, misalnya tipe A dan D secara bersamaan.

Setiap tipe memiliki gejalanya sendiri

 PMS tipe A (anxiety) ditandai dengan gejala seperti rasa cemas, sensitif, saraf tegang, perasaan labil. Bahkan beberapa wanita mengalami depresi ringan sampai sedang saat sebelum mendapat haid. Gejala ini timbul akibat ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron: hormon estrogen terlalu tinggi dibandingkan dengan hormon progesteron. Pemberian hormon progesteron kadang dilakukan untuk mengurangi gejala, tetapi beberapa peneliti mengatakan, pada penderita PMS bisa jadi kekurangan vitamin B6 dan magnesium. Penderita PMS A sebaiknya banyak mengonsumsi makanan berserat dan mengurangi atau membatasi minum kopi.

PMS tipe H (hyperhydration) memiliki gejala edema(pembengkakan), perut kembung, nyeri pada buah dada, pembengkakan tangan dan kaki, peningkatan berat badan sebelum haid. Gejala tipe ini dapat juga dirasakan bersamaan dengan tipe PMS lain. Pembengkakan itu terjadi akibat berkumpulnya air pada jaringan di luar sel (ekstrasel) karena tingginya asupan garam atau gula pada diet penderita. Pemberian obat diuretika untuk mengurangi retensi (penimbunan) air dan natrium pada tubuh hanya mengurangi gejala yang ada. Untuk mencegah terjadinya gejala ini penderita dianjurkan mengurangi asupan garam dan gula pada diet makanan serta membatasi minum sehari-hari.

PMS tipe C (craving) ditandai dengan rasa lapar ingin mengonsumsi makanan yang manis-manis (biasanya coklat) dan karbohidrat sederhana (biasanya gula). Pada umumnya sekitar 20 menit setelah menyantap gula dalam jumlah banyak, timbul gejala hipoglikemia seperti kelelahan, jantung berdebar, pusing kepala yang kadang-kadang sampai pingsan. Hipoglikemia timbul karena pengeluaran hormon insulin dalam tubuh meningkat. Rasa ingin menyantap makanan manis dapat disebabkan oleh stres, tinggi garam dalam diet makanan, tidak terpenuhinya asam lemak esensial (omega 6), atau kurangnya magnesium.

PMS tipe D(depression) ditandai dengan gejala rasa depresi, ingin menangis, lemah, gangguan tidur, pelupa, bingung, sulit dalam mengucapkan kata-kata (verbalisasi), bahkan kadang-kadang muncul rasa ingin bunuh diri atau mencoba bunuh diri. Biasanya PMS tipe D berlangsung bersamaan dengan PMS tipe A, hanya sekitar 3% dari selururh tipe PMS benar-benar murni tipe D.
PMS tipe D murni disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon progesteron dan estrogen, di mana hormon progesteron dalam siklus haid terlalu tinggi dibandingkan dengan hormon estrogennya. Kombinasi PMS tipe D dan tipe A dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu stres, kekurangan asam amino tyrosine, penyerapan dan penyimpanan timbal di tubuh, atau kekurangan magnesium dan vitamin B (terutama B6). Meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung vitamin B6 dan magnesium dapat membantu mengatasi gangguan PMS tipe D yang terjadi bersamaan dengan PMS tipe A.

Ada pula kram perut pada hari pertama atau satu hari menjelang datang bulan, banyak wanita yang mengeluh sakit perut atau tepatnya kram perut. Gangguan kram perut ini tidak termasuk PMS walaupun adakalanya bersamaan dengan gejala PMS.

Kram pada waktu haid atau nyeri haid merupakan suatu gejala yang paling sering. Gangguan nyeri yang hebat, atau dinamakan dismenorea, sangat mengganggu aktivitas wanita, bahkan acap kali mengharuskan penderita beristirahat bahkan meninggalkan pekerjaannya selama berjam-jam atau beberapa hari.

Dismenorea memang bukan PMS. Dismenorea primer umumnya tidak ada hubungannya dengan kelainan pada organ reproduksi wanita dan hanya terjadi sehari sebelum haid atau hari pertama haid. Nyeri perut ini juga tidak ada hubungannya dengen PMS yang mulai terasa 10 - 14 hari sebelum haid.

Gejala malah hilang begitu haid datang. Kalau dismenorea membaik atau bahkan hilang sama sekali setelah seseorang melahirkan, tidak demikian dengan PMS. Wanita yang pernah melahirkan malah berisiko lebih tinggi menderita PMS.

Tips Meredakan PMS

  1. Kurangi makanan yang banyak mengandung garam. Seperti, keripik, asinan dan snack lainnya
  2. Cukupi kebutuhan gula anda, terutama pagi dan siang hari. Nah, di sinilah kenapa saya selalu sedia coklat sebelum PMS. Tapi bukan berarti boleh makan cokelat atau makanan manis lainnya sesuka hati, loh ya.
  3. Konsumsi makanan berserat dan sayuran tinggi magnesium, vitamin E seperti bayam dan sayuran hijau lainnya.
  4. Minum yang cukup, jangan sampai dehidrasi.
  5. Sempatkan untuk melakukan kegiatan yang Anda sukai, terutama kegiatan yang membuat anda rileks, seperti menulis, mendengar musik romantis, nonton drama Korea, shoping #eh atau kegiatan apa saja yang bisa mengubah mood anda menjadi lebih baik.

pic. pixabay

Why Chocolate?

Cokelat mengandung beberapa senyawa bermanfaat bagi tubuh, yaitu fenol dan flavonoid. Selain itu, juga terdapat vitamin A, vitamin B1, vitamin C, vitamin D, dan vitamin E, serta mineral-mineral baik seperti zat besi, kalium, kalsium, dan magnesium.

Dalam 1 ons coklat, mengandung 18 mg magnesium yang setara dengan 15% memenuhi asupan magnesium yang dibutuhkan tubuh. Coklat juga mengandung alkaloid seperti theobromin, kafein, dan fenitelamin yang diyakini dapat memberikan efek yang berkaitan dengan serotonin pada otak, sehingga dapat meningkatkan daya sensitif insulin, menurunkan tekanan darah, dan memperbaiki suasana hati. 

Theobromin dan kafein dapat memberikan efek penyegar atau stimulan sehingga berpengaruh pada suasana hati yang lebih baik. Sedangkan senyawa fenitelamin dapat merangsang otak untuk memproduksi senyawa dopamin dan -endorfin yang dapat membentuk rasa senang.

Tak hanya itu, beberapa vitamin juga memberikan peran tersendiri pada suasana hati. Salah satunya adalah vitamin B. Vitamin  B berguna untuk memelihara kesehatan saraf, pencernaan, jantung, menurunkan kolesterol, mempelancar peredaran darah, meningkatkan daya tahan tubuh, dan yang terpenting dapat mencegah stres.

Nah, cokelat sendiri terdiri dari beberapa jenis antara lain, Dark Chocolate, White Chocolate dan Milk Chocolate. Di antara ketiga jenis ini saya paling suka Dark Chocolate. Memang sih, lebih pahit karena mengandung 70% cokelat, justru itu yang saya suka, rasa cokelatnya lebih nampol. Kandungan antioksidan dan senyawa pembangkit moodnya juga relatif lebih tinggi dibanding yang lain.
Selain itu, kandungan gula dalam dark chocolate cenderung lebih rendah sehingga untuk para wanita yang merasa khawatir kegemukan karena cokelat, dark chocolate sangat bisa menjadi solusi yang paling tepat.

Sudah tahu kan kenapa cokelat jadi senjata ampuh ketika PMS menyerang? Intinya coklat itu mengandung senyawa yang membuat suasana hati jadi lebih baik, memberi rasa senang, mencegah stress dan memperbaiki mood.

Tidak hanya ketika PMS sih, bisa jadi ketika kita merasa tegang, grogi, bahkan stres ringan, sepotong cokelat bisa membantu. Ini sih saya, hehehe.

Tapi, benarkah cokelat sehebat itu? 
Dengan memakan cokelat mungkin tidak serta merta menghilangkan nyeri haid, stres, PMS dan lain lain. Cokelat memang mengandung senyawa yang "ajaib" rasanya yang nikmat bisa jadi mengalihkan fokus kita akan rasa nyeri, sedih dan bad mood.

Seperti yang sudah dijelaskan tadi, bahwa banyak cara untuk menghilangkan nyeri haid atau PMS. Tapi, sepertinya mengkonsumsi cokelat cara yang lebih asik dari pada minum jamu atau obat pereda nyeri lainnya. 


wallahu a'lam bissawab. 


Jadi, ga ada salahnya. Sedia cokelat sebelum PMS, genks!
Tetap tersenyum!
















*terima kasih telah singgah dan meninggalkan jejak.

Sumber : wikipedia | vemale.com | tribunnews.com

  • Share:

You Might Also Like

59 komentar

  1. Sungguh yah kak ini tuh menggambarkan isi hatiku banget! Kalau udah mendekati harinya, uring-uringan ga karuan, sensitif banget kaya pantat bayi, hati ini gampang tersentuh wkwkw. Mood juga up down ga karuan. Drama merajalela wkwkw. Tapi yah gimana lagi sudah siklusnya kita sebagai wanita begitu, cukup bilang ke pasangan "KAMU YANG SABAR YHAA" huahaha

    BalasHapus
  2. Untung aja aku ga pernah merasakan PMS. Hahaha

    Tapi maaf, aku kurang setuju kalau saat PMS konsumsi cokelat. Kenapa? Karena mengandung kafein. Kebanyakan konsumsi kafein saat PMS bisa menyebabkan atau memperburuk gejala kecemasan, depresi, dan nyeri payudara.

    Jadi lebih baik hindari makanan atau minuman yang mengandung kafein. Lebih baik konsumsi teh herbal dan air mineral untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebenarnbya teh juga mengandung kafein. Dibandingkan Kopi, Teh dan cokelat. Kopi memang memiliki kafein lebih tinggi. Sedangkan cokelat banyak mengandung senyawa yang mengarah pada perubahan hati menjadi lebih nyaman. Jadi kafeinnya sudah enath kemana hehehe. Belum pernah PMS sih ya, jadi belum ngerasain gimana ademnya hati dan perut kalau masuk lumeran cokelat. hehehe

      Hapus
  3. Bulan lalu menjelang pms pingin banget makan yang asin-asin setelahnya ngalamin keram perut di 2 hari pertama menstruasi. Bulan depan sedia coklat aja deh buat menghadapi Pms 😊

    BalasHapus
  4. Termasuk tipe yg A dan D. Kalau udah merasa mellow dan sensitif udah langsung pasang tanda ke semua orang jangan dekat2 lagi galak.

    Coklat emang ngaruh bgt sih mood jadi udah selalu sedia di kulkas

    BalasHapus
  5. Aku sih enggak selalu mengalami PMS tapi beberapa kali pernah merasakan kram perut sampai mau pingsan rasanya. Biasanya karena stres atau terlalu capek menjelang haid.

    Makan coklat aduh suka banget nih sama saran satu ini. Tapi gak bakal deh, pasti rebutan sama anak-anak hehehehe

    Makasih ya mbak infonya detil dan manfaat banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya selalu kram perut mba, karena nahan sakit jadi kadang gampang emosi huhhu

      Hapus
  6. Ya Mba Kalo Pms Semua badan sakit, ga cuma perut aja. Kadang, sensitive, pokoknya ga enak hati aja. Biasanya tidur atau banyak minum air hangat Kalo Pms.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, karena jd ga enak badan, makanya gampang emosi kali yah

      Hapus
  7. Aku penderita dismenorea jaman gadis dulu Mbak...SAmpai ijin pulang saat sekola/kuliah dan pilih enggak masuk kerja saking enggak kuatnya.
    Tapi Alhamdulillah sejak punya anak gejalanya mereda..sekarang bahkan hampir udah enggak kepikir PMS lagi. Karena dah ganti PMS nya buka premenstrual sydrome..Tapi sudah bersiap untuk PMS - pre menopause #eh

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya malah sejak lahiran anak ke dua baru merasa PMS ini mba

      Hapus
  8. Semakin kesini sih aku nggak terlalu merasakan PMS yang berat. Kalau kuingat-ingat, PMS bakal nggak enak banget kalau akunya kurang olahraga. Begitu saat mulas, dengan banyak bergerak malah bikin perut terasa lebih enak dan mood jadi lebih baik juga. Kalau coklat sih, jangankan waktu PMS, hari-hari biasa pun bikin hati romantis terus hahaha ...

    BalasHapus
  9. Nah saya malah baru nyadar mengenai PMS ini setelah di Batam. Dulu mah malah nggak tahu sama sekali. Tapi Alhamdulillah kalau menjelang haid jarang terjadi lonjakan emosi yang begitu berarti. Biasa saja rasanya. Sama saja.

    BalasHapus
  10. Aku kok kebalik ya Mba, PMS lebih parah pas masih gadis. Sekarang mah nyantei, jarang aneh-aneh. Mens mah yabmens aja gitu hahahaha. Btw coklat itu mood booster banget buatkuh. ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku kok justru setelah lahiran anak ke dua mba sampe sekarang

      Hapus
  11. saya termasuk yang jarang kena PMS. sekalinya kena pun ga parah. tapi baca ini jadi tahu PMs tuh ada tipe-tipenya. makasih ya, mba.

    BalasHapus
  12. Dulu nggak sadar setiap PMS ternyata jadi galak banget, wkwkwk. Sekarang sih sudah lumayan, bisa nahan galaknya dikit.

    BalasHapus
  13. Pas PMS ...senggol, bacok, wkkkwkkk...biar gak ngamukan bener sedia coklat yang bisa meredam esmosi karena perubahan hormon...thx mb infonya bermanfaat..

    BalasHapus
  14. Kudu dann wajib nyetok coklat nih dari sekarang, modussss. Wkwkwk

    BalasHapus
  15. Bener banget coklat! Daku kalo lagi PMS gak pernah absen buat nyetok coklat hihi. Penjelasannya detail banget mba. Jadi nambah wawasan. Makasih mba.

    BalasHapus
  16. Sudah lama saya tahu manfaat cokelat untuk PMS ini. Tapi saya baru tahu jenis2 PMS. Menarik sekali ya ����

    BalasHapus
  17. Hehehe... Saya nih yang tiap haid selalu merasakan pms. Hihihi... Tapi saya gak terlalu suka manis dan Alhamdulillah suami pengertian banget. Hehe

    BalasHapus
  18. Wah, ilmuny komplit yaa. Aku paling sering gangguan mood itu. Sama jerawat kalo lagi gak rajin bersihin muka. Hihihi.

    BalasHapus
  19. Kalau urusan coklat, lagi PMS atau nggak tetap aja doyan banget, sekali nemmu coklat nggak bisa berhenti kalau belum habis :))

    BalasHapus
  20. Ternyata penyebab PMS banyak juga ya, termasuk jenis-jenisnya. Pencegahan dan penanggulangannya pun ada.
    Makasih sharingnya mbak Heni.
    Yang penting sedia coklat sebelum PMS deh pokoknya! Hehe

    BalasHapus
  21. Yeayyy, lengkap bgd informasinya mbk. Ada cara ngatasinnya juga. Aku nih kayaknya masuk yg tipe depression. Suka berubah wujud jd mak lampir kalok udh pms. Hiks

    BalasHapus
  22. Saya kayaknya tipe C dan D deh Mbak. Klo PMS jg biasanya PD tuh berasa keras gitu deh.
    Tapi saya mah PMS gak PMS klo coklat mah doyaaann, hihihh.

    BalasHapus
  23. Kembali lagi ya mesti rutin olah raga agar bisa mencegah PMS. Dan nyemil cokelat emang bikin hati damai sih, hahaha

    BalasHapus
  24. Kalau saya ngeh PMS tuh pas emosi kacau balau. bawaannya pengen ngamuk aja, berarti PMS, ntar mah sedia cokelat ah, biar adem dan hepi

    BalasHapus
  25. Wah kok aku dr dulu sering dengar justru sebaliknya ya. Yg suka PMS dan haid tak teratur, setelah menikah jd beres semua. Hmm.. Mungkin itu kalo pms-nya faktor stres krn gundah menanti dihalalin kali ya? Hihihi..

    BalasHapus
  26. Aku dulu sewaktu sekolah kalau PMS sakitnya luar biasa karena kram perut, kaki sampai lemas. Kalau sekarang sejak menikah udah jarang kram perut malah nggak separah dulu tapi sejarang lebih sensitif bawaannya gampang marah :)

    BalasHapus
  27. Ternyata PMS ada tipe-tipenya juga, ya. Saya gonta-ganti tipe tiap kali PMS. Tetapi, yang paling sering tipe C. Kalau lagi PMs kayaknya pegen makan yang manis-manis. Padahal biasanya saya biasa aja sama makanan manis

    BalasHapus
  28. Aku kayanya modelnya Craving deh mba.. makan muluuu hehe. Sama sering kembung

    BalasHapus
  29. Baru tahu kalau makin tua akan makin terasa gejala PMSnya, Pantasan aku makin galak ya huahahaa :))

    BalasHapus
  30. kalo lagi PMS aku biasanya marah2 ke suami dan kalo jengkel kadang jadinya suka malas ngurusin anak,
    pagi harusnya udah mandi jam 7 eh molor madiin jam 11an huhuhu mager banget hahaha
    tapi yes ya kalau coklat bisa meredakan PMS love it banget hahaha bakalan nyetok coklat banyak2 hhahaha

    BalasHapus
  31. Alhamdullillah, di usia 50 tahun ini, PMS aku biasanya hadir lewat dua tipe, puting payudara senditif atau payudara makin lembut dan kencang.

    Nah, aku paling suka, kalau PMS yang payudara makin lembut dan kencang ini, berasa jadi perawan lagi, HIHIHI.

    Kalau dulu sebelum menikah PMS aku, adalah kram perut yang bisa buat aku 'kesakitan' sampai harus istirahat total.
    Namun usai melahirkan, alhamdullillah PMS itu tak pernah hadir lagi.


    BalasHapus
  32. Oalaaah, akhirnya aku mengerti mengapa aku jadi mudah lapar saat menjelang dan pas menstruasi. Aku kira awalnya normal karena tubuh bereaksi pada pengeluaran darah, hehehe...

    BalasHapus
  33. Aku pernah ngalamin pas lagi haid trus stres. Muncullah PMS. Untungnya ngggak selalu seperti itu mba. Dan aku pun mengandalkan coklat mba buat menenangkan, hehhee

    BalasHapus
  34. Hmm saya yang mana ya? Bisa A bisa juga B.

    BalasHapus
  35. PMS emang sesuatu banget, bikin segala-galanya ga mood dan pengennya maraaaaah terus haha.. Tapi alhamdulillah kalau lagi PMS saya cukup diam aja, soalnya belum ada yg dijadiin bantalan emosi sih. Haha

    BalasHapus
  36. Yg pernah saya baca dulu malah dianjurkan tidak makan coklat kalau PMS, Mbak. Bagaimana itu ya ....

    BalasHapus
  37. Saya klo PMS muncul bintang di wajah, mbak...hehee.

    BalasHapus
  38. Kalau lagi PMS bawaannya aku bete trus sama pusing. Aku suka coklat bisa bikin happy kalau sudah makan :)

    BalasHapus
  39. Ketoke aku alasan stres dan kurang olahraga nih, hehe. Anyway iya bener cokelat emang naikin mood juga

    BalasHapus
  40. Bener yaa...kalau sudah PMS, rasanya pingin makan orang.
    Hhaha~
    Gak tau niih....seminggu sebelum mens, badan rasanya pegal dan kadang duduk-gak enak, berdiri-capek.
    Begah semua, persis orang hamil.

    BalasHapus
  41. Eh iya bener ya, ada temanku yg klo pas jelang mens bawaannya pengin makan yang manis2. Jadi saat hasrat ingin makan yg manis2 itu datang, dia tau klo saat mensnya akan segera tiba. Kalau aku kok ga pernah ngerasain apa2 ya mba selain rasanya lebih lembab dari biasanya aja.

    BalasHapus
  42. saya kalo PMS moodnya suka gak karuan, gampang "panas" dan emosiii aja bawaannya. Makanya kalo dekat-dekat haid, biasanya saya banyak diam, takut emosi gak kekontrol dan menyebabkan keributan apalagi sedang di kantor, sebisa mungkin irit ngomong dan lebih fokus bekerja

    BalasHapus
  43. Alhamdulillah jarang kena PMS. Paling stress dan ngomel2 dikit. Makan cokelat memang membantu.

    BalasHapus
  44. Aku banget mba, kita samaan nih. Ngomel, perut sakit, pegel ah sedih kalau udah PMS uring-uringan.

    BalasHapus